FALSAFAH ORANG BATAK TAK SESUAI AJARAN AGAMA

6 03 2010

Beratus tahun orang Batak Toba menyanjung dan membanggakan falsafah hidup “hagabeon, hamoraon, hasangapon”. Ternyata falsafah ini bertentangan dengan ajaran Kristen — agama mayoritas orang Batak Toba.

Pendeta SAE NababanInilah kritik menohok dari seorang putra Batak tulen yang kredibilitasnya terpercaya; seorang pendeta tersohor; seorang kelahiran Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, yang kini telah menjadi tokoh dunia. Dialah Presiden Dewan Gereja-Gereja Dunia [World Council of Churches] Pendeta Soritua Albert Ernst Nababan, yang lebih dikenal sebagai SAE Nababan. Lembaga yang dipimpin Nababan ini membawahi 340 gereja dan denominasi di lebih dari 100 negara dengan 550 juta umat Kristen. Berikut kucuplik dari berkas beritaku yang terbit di harian Metro Tapanuli.

Ada kritik tajam yang dikemukakan Presiden Dewan Gereja-Gereja Dunia, DR SAE Nababan LLD, soal budaya Batak. Menurutnya, salah satu falsafah hidup yang dianut kebanyakan orang Batak dari dulu hingga kini, yaitu “hagabeon, hamoraon, hasangapon”, tidak sepenuhnya baik dan relevan diterapkan dalam kehidupan dewasa ini.

Sebagian karena bertentangan dengan ajaran agama Kristen, dan ada juga yang bisa mendorong orang untuk korupsi. SAE Nababan, mantan Ephorus HKBP yang baru saja terpilih memimpin organisasi gereja sedunia, menyampaikan penilaiannya itu di hadapan sekitar seribu PNS dan warga masyarakat saat berceramah di aula SMK Negeri 1 Soposurung Balige, Kabupaten Tobasa, tahun lalu.

“Kita perlu meninjau kembali falsafah yang kita anut, yaitu 3H; hagabeon, hamoraon, hasangapon,” katanya.

Prinsip hagabeon [memiliki banyak anak] dinilainya tidak lagi relevan di zaman sekarang ini. Dahulu nenek moyang orang Batak berupaya memiliki banyak anak karena diperlukan banyak tenaga untuk bekerja dan untuk perang antar-desa. “Tenaga-tenaga untuk berkelahi,” katanya. Sementara saat ini pemerintahan di berbagai belahan dunia justru mengusahakan menekan populasi penduduk bumi, seperti dengan program keluarga berencana atau KB.

Falsafah kedua yang juga sering menjadi cita-cita orang Batak ialah memiliki harta-benda berlimpah — hamoraon [kekayaan]. Inipun, kata SAE Nababan yang dulu kedua orangtuanya bekerja sebagai guru, merupakan prinsip yang keliru. Banyak orang berpandangan, dengan menjadi kaya — memiliki banyak tanah, ternak, emas, rumah — seseorang bisa mencapai apapun yang diinginkan dan menyuruh orang lain sesukanya. Padahal kekayaan tidak otomatis membuat orang bahagia dalam hidup. Kekayaan yang dimiliki setiap orang juga berbeda-beda; ada yang halal dan merupakan berkat dari Tuhan, tapi ada juga yang tidak.

“Umumnya orang Batak akan menempuh segala cara untuk mencapai cita-citanya ini. Termasuk atau terutama dengan KKN,” ungkap Nababan. “Maka hamoraon yang merugikan kepentingan umum, merusak bahkan membunuh sesama manusia, bukanlah berkat Tuhan.”

Sedangkan prinsip hasangapon [kehormatan] adalah rasa bangga karena disegani, ditakuti, dan diberi tempat istimewa dalam perkumpulan-perkumpulan adat atau pesta. Seharusnya orang Batak Toba, yang mayoritas beragama Kristen, menyadari bahwa kehormatan hanya berasal dari Tuhan.

“Kekuasaan dan kehormatan akan berakhir dan lenyap bila yang bersangkutan menjadi miskin atau kehilangan kedudukan yang didewakannya,” ucapnya. Sebab itulah SAE Nababan menyarankan orang Batak meninjau ulang ketiga prinsip tadi. Tidak berarti harus ditinggalkan seluruhnya, namun jangan lagi dijadikan acuan utama dalam menggapai cita-cita hidup. Budaya warisan itu seharusnya ditempatkan di bawah firman Tuhan atau ajaran agama.

Dia juga sempat mengutip sebuah artikel di suratkabar yang menggambarkan betapa korupsi telah merusak segala bidang kehidupan di negara ini. “Ironisnya, mereka yang leluasa korupsi justru hidup lebih makmur, lebih sejahtera, dan mempunyai kedudukan dalam masyarakat. Figur yang melekat kepada anak usia sekolah adalah sosok korup. Ini berbahaya, karena dalam memori mereka ada kesan bahwa untuk menjadi orang sukses harus melakukan korupsi. Dan mengherankan, kalangan yang mestinya menjadi teladan justru membiarkan dirinya berlepotan korupsi dan tidak peduli penilaian masyarakat.”

Kedatangan Nababan ke Balige untuk berceramah adalah atas undangan Bupati Tobasa. Untuk mencapai Tobasa relijius, menurut Bupati, tidak hanya melalui ritual agama di gereja atau masjid, tapi juga lewat ceramah. Sebagian besar yang ikut mendengarkan ceramah SAE Nababan adalah PNS di lingkungan Pemkab Tobasa: para kepala dinas, kepala bagian, camat, dan guru. Juga hadir sejumlah anggota DPRD, Bupati Monang Sitorus, Wakil Bupati Mindo Tua Siagian, dan Sekda Liberty Pasaribu bersama istri masing-masing.

“Tadi Pak SAE mengatakan, dia mau berceramah di Balige karena dia tahu pemkabnya tidak korupsi. Contohnya penerimaan CPNS kemarin, beliau tidak menemukan ada masalah, tidak ada KKN,” ujar Bupati Monang Sitorus di balai data kantor bupati. Lho? [http://www.blogberita.com]

Pada rezim Orde Baru, SAE Nababan adalah pemimpin Huria Kristen Batak Protestan [HKBP], gereja terbesar di Asia. Pemerintahan Soeharto berupaya menggulingkan Nababan karena ia dekat dengan Partai Demokrasi Indonesia [PDI]; dan inilah yang mengakibatkan HKBP ricuh bertahun-tahun hingga memakan korban nyawa umat maupun pendeta.

Ketika Nababan datang ke Balige tahun lalu dan berceramah di depan seribuan PNS, pejabat, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan rakyat biasa, aku merasa geli dalam hati melihat orang-orang menyalaminya dan memuji-mujinya. Orang-orang yang kumaksud adalah mereka yang dulu memihak kepada kepemimpinan HKBP versi pemerintah [seorang marga Siahaan]; mereka yang ikut menghujat bahkan menyerang secara fisik umat pro-Nababan.

Betapa tidak malunya mereka ini — dulu menghujat Nababan; sekarang, setelah ia menjadi pemimpin organisasi gereja sedunia, eh, mereka tanpa merasa berdosa memasang senyum menjabat tangannya. Ah, rupanya rakyat di kampungku ini sudah pintar juga bersandiwara dan memasang muka-tembok seperti politisi di Senayan sana. []


Actions

Information

9 responses

7 03 2010
hh

1. Prinsip hagabeon [memiliki banyak anak] dinilainya tidak lagi relevan di zaman sekarang ini.
=> Pengertian dari hagabeon bukan hanya berarti memiliki banyak anak, tetapi juga: mempunyai anak laki laki dan perempuan.
=>Molo dung maranak marboru, nunga tardok be i naung gabe.

Mari kita lihat di kenyataan lae, apakah orang batak sekarang ini masih ngotot harus punya banyak anak? Tidak lagi!

BAHKAN, tidak punya anakpun sama sekali, orang batak jaman sekarang ini, tidak lagi menceraikan istrinya hanya untuk mendapatkan anak. Tidak lagi! Lebih baik mengadopsi anak daripada menikah lagi.

Bukankah ini sesuai dengan ajaran agama kristen?
_______________
2. Falsafah kedua yang juga sering menjadi cita-cita orang Batak ialah memiliki harta-benda berlimpah — hamoraon [kekayaan].

=>Apakah hal itu hanya merupakan cita cita orang batak? Tidak! Setiap orang yang mau diperbudak harta, akan melakukan KKN, tidak memandang suku, bangsa, kaum dan bahasa.

=>Indonesia ini tidak maju maju karena praktek KKN, apakah keseluruhan Indonesia; masyarakat dan pemerintah yang melakukan KKN itu adalah orang batak?

=>Pernah dengar gak ungkapan seperti ini: Anakhon hi do hamoraon di ahu.
Tidak pernah disebutkan, Hu ula pe KKN, arian nang botari, lao pasingkolahon gelleng hi………..
_____________

3. Sedangkan prinsip hasangapon [kehormatan] adalah rasa bangga karena disegani, ditakuti, dan diberi tempat istimewa dalam perkumpulan-perkumpulan adat atau pesta. Seharusnya orang Batak Toba, yang mayoritas beragama Kristen, menyadari bahwa kehormatan hanya berasal dari Tuhan.

=> Rasa bangga, disegani itu bukanlah sesuatu yang negatip, itu selaras dengan agama. kalau hal itu menyimpang dari ajaran agama, itu bukan merupakan suatu kehormatan lagi namanya. Haurahon nama goar ni i.

Horasma,
malas do iba nian manganggapi si songon on. Olo gabe siar OTO tu iba.

2 09 2010
alain

kalo mank salah ya jelas salah ……
sesungguhnya yang salah ya salah yang benar ya benar

8 03 2010
Anti Batak

Memang TAK SESUAI!!!

5 04 2010
mr. sectiocadaveris

dasar geblek

19 01 2011
riva sinaga

saya setuju dgn oppui Sae nababan, tp 3H ala batak itu mmng bagus dan mnjd motivasi buat orng batak dahulu dn skrng, utk zmn skrng itu sdh perlu dkaji ulang arti yg ssungguhny, oppung kalau blh minta saya jemaat hkbp sirait distrik VII samosir sampai skrng msh penasaran dngn krisis HKBP yg dulu, kalau oppung brkenan tlng kasihtau mslh yg sbnrny jd kami tdk simpangsiur dgn mslah yg sebenarnya, terimakasih Tuhan Yesus Mmberkati amen no HP saya 081399352238

2 08 2012
roy tupang

GOLD GLORY GOSPEL.. bagi orang eropah.. HAMORAON HASANGAPON HAGABEON bagi orang batak.. jangan lihat dari sisi negatifnya.. lihatlah dari kacamata yang positif…

2 08 2012
roy tupang

Tuhan tidak melarang manusia untuk kaya,tidak melarang untuk mendapat kehormatan,tidak melarang utk mendapat kedudukan.. itu sah2 saja, yang penting untuk mencapainya harus dilandasi dgn dasar TAKUT AKAN TUHAN.. Tuhan tidak ingin umatnya bodoh,miskin,tidakpunya harga diri,hina atau tdk punya kehormatan.. bahkan Dia mengangkat umatnya sbg Raja atau Kepala.. bukan budak… jadi kalo kita melihat dgn pikiran positif,maka 3H adalah sesuai firman Tuhan.. karena tidak ada orang bsa kaya kalo malas( orang malas jangan diberi makan ,amsal).. kehormatan ( kehormatan ditangan kananKu,kekayaan ada di tangan kiriKu,amsal).. berpikirlah positif,jangan lihat dari segi buruknya aja..

2 11 2012
Solhot Silaban

orang batak, atau orang manapun bisa kaya,bahkan mafiapun kaya ,bandar narkoba juga kaya ,koruptor juga kaya apapun sukunya,agamanya sah sah saja menjadi kaya,berbuat curang juga bisa yg penting dia bertanggung jawab nantinya,jadi kita tak usah bilang orang itu,orang ini hebat yg itu bodoh, mari kita tunjukkan kemampuan kita dalm mengarungi hidup ini .yg jelas orang baik dan orang jahat pasti selalu berdampingan kita tinggal pilih.,

11 10 2014
danijuntak

tergantung bagaimana anda menanggapinya…
saya ada tulis rangkumannya bisa dibaca disini:
http://danijuntak.blogdetik.com/2013/06/17/3h-hamoraon-hagabeon-hasangapon/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: